Latest Entries »
Sebuah kerja tim butuh rasa percaya antara teman yang satu dengan yang lainnya seperti halnya dalam pembuatan film seorang sutradara harus bisa memberikan rasa percaya terhadap gambar yang akan dibuat seorang cameraman,cameraman harus memberikan rasa percaya pada audioman ketika pengambilan gambar itu dilaksanakan,tim lighting dan tim artistik harus bersinergi ketika setting lokasi.Begitu juga seperti halnya permainan sepakbola ketika rasa percaya tim stopper terhadap kipper pudar maka yang terjadi banyaknya bola yang bersarang ke jala gawang yang dijaganya.
Kegagalan dan keputus asaan tidak akan terjadi jika rasa percaya dalam kerja tim itu bisa bersinergi dengan baik.Semoga rasa percaya kita pada teman kita tidak pernah pudar bahkan luntur.
Ciri munafik ada 3:
1. Kalo ngomong,dah jadi kebiasaan kagak sesuai faktanya [bisa dilebihin,bs jg dikurangi]
2. Kalo berjanji,slalu nyante aja lg! Pas waktunya dia hrs nepatin janjinya malah males,pura2 punya janji yg laen.
3. Kalo dikasih kepercayaan [bisa jabatan,bisa calon pasangan suami/calon istri,bisa dah jd pasangan suami istri] ma org laen,dia berkhianat.
Maaf kalo salah,tolong dibenerin.Hatur nuhun
Ada 2 type karyawan:
1.Karyawan yang memiliki barometer kerjaannya dipengaruhi oleh uang[besaran upah yang diterima].
Yang sering kita dengar biasanya adanya keluhan seperti contoh: Ketika Bos ngasih kerjaan,orang ini akan mengeluh “kapan gw bisa istirahatnya?”.Dan kalaupun dia tidak dikasih kerjaan,orang ini bakal tetap mengeluh “wah,gw dah kagak dipercaya lagi ni?”
2.Karyawan yang memiliki barometer kerjaannya dipengaruhi oleh loyalitas [kesetiaannya terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya].
Yang sering kita lihat biasanya orang ini selalu mendapat promosi dari manajemen,dan selalu jadi perhatian karyawan yang lain karena adanya rasa rivalitas [memberi hal positif demi kemajuan perusahaan,bukan untuk menjatuhkan] dalam dirinya.Kadang kala orang ini pun bisa mempengaruhi dalam setiap kerjaan teamwork yang dia bangun.
[Maaf ini cuman teori,dan saya sendiri bisa jadi type no.1]
Ciri orang bertaubat dan penuh harapan supaya Allah mengampuni setiap dosa yang diperbuat adalah
- Hati selalu ridha dan patuh pada semua perintah Allah sehingga dalam hidupnya penuh dengan semangat karena urusan duniawi diurus Allah
- Hatinya remuk karena takut pada Allah dan membuat dirinya selalu ingin menjauhi larangan Allah
- Ridha pada ketentuan Allah sehingga tidak akan pernah berburuk sangka pada ketentuan Allah
- Jujur dan bersegera mengingat Allah dan selalu minta pertolongan pada Allah sehingga dalam hatinya tertanam keyakinan pada Allah bahwa Hanya Allah yang memberi pertolongan.
- Tidak tersinggung ketika kesalahan kita dikoreksi,karena bila tersinggung maka kita masih memiliki Tuhan selain Allah
- Tidak akan tertipu pada pujian orang yang membuat lalai pada perintah Allah
Ramadhan kali ini,buatlah waktu untuk bertafakur pada siapa kita bertuhan?
Rahasia kenapa ilmu kita tidak pernah jadi amal karena adanya tuhan dalam hati kita selain Allah,berharap dan takut pada Makhluk Allah sehingga menganggap dan menanamkan adanya sesuatu yang bisa melakukan semua pekerjaan Allah dan membuat dia merasa butuh pada pertolongan selain Allah itu.
Source: Taushiah Aa Gym (KH.Abdullah Gymnastiar)
Seperti yang telah kita ketahui Rukun Iman ada 6 perkara:
1. Iman kepada Allah
2. Iman kepada Malaikat-malaikat Allah
3. Iman kepada Kitab-kitab Allah (Al-Qur’an, Zabur, Taurat, dan Injil)
4. Iman kepada Rasul-rasul Allah
5. Iman kepada hari Akhirat
6. Iman kepada Qada dan Qadar
Ada masa dimana iman tidak lagi diterima,seperti yang disabdakan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam :
Hadis riwayat Abu Zar ra.: “Bahwa pada suatu hari Nabi saw. bersabda: Tahukah kalian ke mana matahari pergi? Para sahabat menjawab Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Rasulullah saw. bersabda lagi: Matahari berjalan hingga berakhir sampai ke tempat menetapnya di bawah Arsy, lalu menjatuhkan diri bersujud. Dia (matahari) terus dalam keadaan begitu hingga difirmankan kepadanya: Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang. Matahari pun kembali, sehingga di waktu pagi terbit lagi dari tempat terbitnya. Kemudian berjalan, hingga berakhir pada tempat menetapnya di bawah Arsy, lalu bersujud dan tetap dalam keadaan begitu, sampai difirmankan kepadanya: Naiklah, kembalilah dari mana engkau datang. Matahari kembali, sehingga di waktu pagi muncul dari tempat terbitnya. Kemudian ia kembali berjalan tanpa sedikit pun manusia menyadarinya, hingga berakhir pada tempat menetapnya itu di bawah Arsy, lalu difirmankan kepadanya: Naiklah, terbitlah dari Barat. Maka pagi berikutnya, matahari terbit dari sebelah Barat. Rasulullah saw. melanjutkan: Tahukah kalian kapan itu terjadi? Itu terjadi saat: (Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau ia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya )”
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 228.
Dalam Surat Al Baqarah 2 Ayat 8 Berbunyi: Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
Hadis riwayat Sahal bin Saad ra., ia berkata: Aku mendengar Nabi saw. bersabda sambil memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah: Waktu aku diutus (menjadi rasul) dan waktu hari kiamat adalah seperti ini (mengisyaratkan dekatnya waktu kiamat).
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 5244
Al Baqarah(2) ayat 62: Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan sangkakala itu adalah empat puluh. Mereka bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah empat puluh hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh bulan? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: Empat puluh tahun? Ia menjawab: Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian Rasulullah saw. bersabda lagi: Lalu Allah menurunkan hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia akan disusun kembali pada hari kiamat.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim: 5253
Hanya untuk mengingatkan akan beberapa tanda-tanda hari kiamat:
1. Rasulullah memberitahukan kepada para sahabatnya tentang apa yang akan terjadi hingga hari kiamat seperti yang disabdakan Rasulullah:Hadis riwayat Hudzaifah bin Yaman ra.: Hudzaifah bin Yaman berkata: Demi Allah, aku adalah orang yang paling mengetahui setiap fitnah yang akan terjadi dari sejak zamanku sekarang sampai hari kiamat, karena Rasulullah saw. pernah membisikkan kepadaku sesuatu tentang hal itu yang tidak pernah dibicarakan kepada orang selainku. Tetapi Rasulullah saw. pernah bersabda ketika beliau bicara dalam suatu majelis yang aku hadiri tentang fitnah. Kemudian Rasulullah saw. bersabda sambil menyebutkan satu-persatu fitnah-fitnah itu di antaranya adalah tiga fitnah yang hampir tidak meninggalkan sesuatu apa pun, di antaranya juga ada fitnah yang seperti hembusan angin musim panas, ada yang kecil dan ada yang besar.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 5146
2. Kita sudah sering lihat bagaimana orang muslim dengan orang muslim sering berantem dan bahkan ingin membunuh,baik itu membunuh karakternya atau seperti yang kita kenal yaitu Fitnah sehingga karakter orang itu jadi jelek,Hadis riwayat Usamah ra.: Bahwa Nabi saw. menaiki salah satu bangunan tinggi di Madinah, kemudian beliau bersabda: Apakah kalian melihat apa yang aku lihat? Sesungguhnya aku melihat tempat-tempat terjadinya fitnah di antara rumah-rumahmu bagaikan tempat turunnya air hujan.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 5135
ataupun dua orang muslim bertarung ,masing-masing menghunus pedang,sehingga saling membunuh.Hadis riwayat Abu Bakrah ra., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Apabila dua orang muslim saling bertarung dengan menghunus pedang mereka, maka pembunuh dan yang terbunuh, keduanya akan masuk neraka. Aku (Abu Bakrah) bertanya atau beliau ditanya: Wahai Rasulullah, kalau yang membunuh itu sudah jelas berdosa, tetapi bagaimana dengan yang terbunuh? Beliau menjawab: Karena sesungguhnya ia juga ingin membunuh saudaranya.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 5139
1. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Bahwa Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami pada hari kiamat? Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat bulan di malam purnama? Para sahabat menjawab: Tidak, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian terhalang melihat matahari yang tidak tertutup awan? Mereka menjawab: Tidak, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Seperti itulah kalian akan melihat Allah. Barang siapa yang menyembah sesuatu, maka ia mengikuti sembahannya itu. Orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, orang yang menyembah berhala mengikuti berhala. Tinggallah umat ini, termasuk di antaranya yang munafik. Kemudian Allah datang kepada mereka dalam bentuk selain bentuk-Nya yang mereka kenal, seraya berfirman: Akulah Tuhan kalian. Mereka (umat ini) berkata: Kami berlindung kepada Allah darimu. Ini adalah tempat kami, sampai Tuhan kami datang kepada kami. Apabila Tuhan datang, kami tentu mengenal-Nya. Lalu Allah Taala datang kepada mereka dalam bentuk-Nya yang telah mereka kenal. Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian. Mereka pun berkata: Engkau Tuhan kami. Mereka mengikuti-Nya. Dan Allah membentangkan jembatan di atas neraka Jahanam. Aku (Rasulullah saw.) dan umatkulah yang pertama kali melintas. Pada saat itu, yang berbicara hanyalah para rasul. Doa para rasul saat itu adalah: Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah. Di dalam neraka Jahanam terdapat besi berkait seperti duri Sakdan (nama tumbuhan yang berduri besar di setiap sisinya). Pernahkah kalian melihat Sakdan? Para sahabat menjawab: Ya, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. melanjutkan: Besi berkait itu seperti duri Sakdan, tetapi hanya Allah yang tahu seberapa besarnya. Besi berkait itu merenggut manusia dengan amal-amal mereka. Di antara mereka ada orang yang beriman, maka tetaplah amalnya. Dan di antara mereka ada yang dapat melintas, hingga selamat. Setelah Allah selesai memberikan keputusan untuk para hamba dan dengan rahmat-Nya Dia ingin mengeluarkan orang-orang di antara ahli neraka yang Dia kehendaki, maka Dia memerintah para malaikat untuk mengeluarkan orang-orang yang tidak pernah menyekutukan Allah. Itulah orang-orang yang dikehendaki Allah untuk mendapatkan rahmat-Nya, yang mengucap: “Laa ilaaha illallah”. Para malaikat mengenali mereka di neraka dengan adanya bekas sujud. Api neraka memakan tubuh anak keturunan Adam, kecuali bekas sujud. Allah melarang neraka memakan bekas sujud. Mereka dikeluarkan dari neraka, dalam keadaan hangus. Lalu mereka disiram dengan air kehidupan, sehingga mereka menjadi tumbuh seperti biji-bijian tumbuh dalam kandungan banjir (lumpur). Kemudian selesailah Allah Taala memberi keputusan di antara para hamba. Tinggal seorang lelaki yang menghadapkan wajahnya ke neraka. Dia adalah ahli surga yang terakhir masuk. Dia berkata: Ya Tuhanku, palingkanlah wajahku dari neraka, anginnya benar-benar menamparku dan nyala apinya membakarku. Dia terus memohon apa yang dibolehkan kepada Allah. Kemudian Allah Taala berfirman: Mungkin, jika Aku mengabulkan permintaanmu, engkau akan meminta yang lain. Orang itu menjawab: Aku tidak akan minta yang lain kepada-Mu. Maka ia pun berjanji kepada Allah. Lalu Allah memalingkan wajahnya dari neraka. Ketika ia telah menghadap dan melihat surga, ia pun diam tertegun, kemudian berkata: Ya Tuhanku, majukanlah aku ke pintu surga. Allah berkata: Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta kepada-Ku selain apa yang sudah Kuberikan, celaka engkau, hai anak-cucu Adam, ternyata engkau tidak menepati janji. Orang itu berkata: Ya Tuhanku! Dia memohon terus kepada Allah, hingga Allah berfirman kepadanya: Mungkin jika Aku memberimu apa yang engkau pinta, engkau akan meminta yang lain lagi. Orang itu berkata: Tidak, demi Keagungan-Mu. Dan ia berjanji lagi kepada Tuhannya. Lalu Allah mendekatkannya ke pintu surga. Setelah ia berdiri di ambang pintu surga, ternyata pintu surga terbuka lebar baginya, sehingga ia dapat melihat dengan jelas keindahan dan kesenangan yang ada di dalamnya. Dia pun diam tertegun. Kemudian berkata: Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam surga. Allah Taala berfirman kepadanya: Bukankah engkau telah berjanji tidak akan meminta selain apa yang telah Aku berikan? Celaka engkau, hai anak cucu Adam, betapa engkau tidak dapat menepati janji! Orang itu berkata: Ya Tuhanku, aku tidak ingin menjadi makhluk-Mu yang paling malang. Dia terus memohon kepada Allah, sehingga membuat Allah Taala tertawa (rida). Ketika Allah Taala tertawa Dia berfirman: Masuklah engkau ke surga. Setelah orang itu masuk surga, Allah berfirman kepadanya: Inginkanlah sesuatu! Orang itu meminta kepada Tuhannya, sampai Allah mengingatkannya tentang ini dan itu. Ketika telah habis keinginan-keinginannya, Allah Taala berfirman: Itu semua untukmu, begitu pula yang semisalnya
Nomor Hadits dalam hadits Shahih Muslim: 267
2.Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.: Bahwa kaum muslimin pada masa Rasulullah saw. bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami di hari kiamat? Rasulullah saw. bersabda: Ya! Kemudian beliau melanjutkan: Apakah kalian terhalang melihat matahari di siang hari yang cerah, yang tidak ada awan sedikit pun? Apakah kalian terhalang melihat bulan pada malam purnama yang cerah tanpa awan sedikit pun? Kaum muslimin menjawab: Tidak, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Kalian tidak akan terhalang melihat Allah Taala pada hari kiamat, sebagaimana kalian tidak terhalang melihat salah satu dari matahari dan bulan. Ketika hari kiamat terjadi, ada penyeru yang mengumumkan: Setiap umat hendaklah mengikuti apa yang dahulu disembah. Maka tidak tersisa orang-orang yang dahulu menyembah selain Allah yakni berhala, kecuali mereka berjatuhan ke dalam neraka. Hingga yang tinggal hanya orang-orang yang menyembah Allah ada yang baik dan ada yang jahat serta sisa-sisa Ahli Kitab, maka dipanggillah orang-orang Yahudi. Mereka ditanya: Apa yang dahulu kalian sembah? Mereka menjawab: Kami menyembah Uzair anak Allah. Dikatakan: Kalian salah! Allah tidak menjadikan seorang pun sebagai sahabat atau anak. Lalu apa yang kalian inginkan? Mereka menjawab: Kami haus, ya Tuhan kami berilah kami minum. Lalu ditunjukkan pada mereka: Kenapa kalian tidak datang ke sana? Mereka digiring ke neraka, seolah-olah neraka itu fatamorgana yang saling menghancurkan. Mereka pun berjatuhan ke dalam neraka. Kemudian orang-orang Kristen dipanggil. Mereka ditanya: Apa yang dahulu kalian sembah? Mereka menjawab: Kami menyembah Isa Almasih anak Allah. Dikatakan kepada mereka: Kalian salah! Allah tidak menjadikan seorang pun sebagai sahabat atau anak. Apa yang kalian inginkan? Mereka menjawab: Kami haus ya Tuhan, berilah kami minum. Lalu ditunjukkan pada mereka: Kenapa kalian tidak datang ke sana? Mereka digiring ke neraka Jahanam, seolah-olah neraka itu fatamorgana yang saling menghancurkan. Mereka pun berguguran ke dalam neraka. Ketika yang tinggal hanya orang-orang yang dahulu menyembah Allah Taala (yang baik dan yang jahat), maka Allah datang kepada mereka dalam bentuk yang lebih rendah daripada bentuk yang mereka ketahui. Dia berfirman: Apa yang kalian tunggu? Setiap umat mengikuti apa yang dahulu disembah. Mereka mengucapkan: Ya Tuhan kami, di dunia kami memisahkan diri dari orang-orang yang sebenarnya sangat kami butuhkan (untuk membantu kehidupan di dunia) dan kami tidak mau berkawan dengan mereka (karena menyimpang dari jalan yang digariskan oleh agama). Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian! Mereka mengucap: Kami mohon perlindungan kepada Allah darimu. Kami tidak akan menyekutukan Allah dengan apapun (ini diucapkan dua atau tiga kali), sampai sebagian mereka hampir-hampir berubah (berbalik dari kebenaran, karena cobaan berat yang berlaku saat itu). Allah berfirman: Apakah antara kalian dan Dia ada tanda-tanda, sehingga dengan demikian kalian dapat mengenal-Nya? Mereka menjawab: Ya, ada. Lalu disingkapkanlah keadaan yang mengerikan itu. Setiap orang yang hendak bersujud kepada Allah dengan keinginan sendiri, pasti mendapat izin Allah. Sedangkan orang yang akan bersujud karena takut atau pamer, tentu Allah menjadikan punggungnya menyatu (sehingga tidak dapat sujud). Setiap kali hendak sujud, ia terjungkal pada tengkuknya. Kemudian mereka mengangkat kepala mereka, sementara itu Allah telah berganti rupa dalam bentuk yang mereka lihat pertama kali. Allah berfirman: Akulah Tuhan kalian. Mereka menyahut: Engkau Tuhan kami. Kemudian suatu jembatan dibentangkan di atas neraka Jahanam dan syafaat diperbolehkan. Mereka berkata: Ya Allah, selamatkanlah, selamatkanlah. Ada yang bertanya: Ya Rasulullah, apakah jembatan itu? Rasulullah saw. bersabda: Tempat berpijak yang licin (menggelincirkan). Padanya terdapat besi berkait dan besi berduri. Di Najed ada tumbuhan berduri yang disebut Sakdan. Seperti itulah besi-besi berkaitnya. Orang-orang mukmin melewati jembatan tersebut ada yang secepat kejapan mata, ada yang seperti kilat, seperti angin, seperti burung, seperti kuda atau unta yang kencang larinya. Mereka terbagi menjadi tiga kelompok, golongan selamat sama sekali, golongan yang terkoyak-koyak tapi dapat bebas dan golongan yang terjerumus ke dalam neraka Jahanam. Pada saat orang-orang mukmin telah terbebas dari neraka, maka demi Zat yang menguasai diriku, tidak ada orang yang sangat menaruh perhatian dalam meraih kebenaran, melebihi orang-orang mukmin yang mencari kebenaran kepada Allah demi kepentingan saudara-saudara mereka yang masih berada di neraka. Mereka berkata: Wahai Tuhan kami, mereka dahulu berpuasa bersama kami, salat dan beribadah haji. Lalu difirmankan kepada mereka: Keluarkanlah orang-orang yang kalian kenal. Maka wajah mereka diharamkan atas neraka. Mereka mengeluarkan banyak orang dari neraka. Ada yang sudah terbakar hingga separuh betisnya dan ada yang sudah sampai ke lututnya. Orang-orang mukmin itu berkata: Ya Tuhan kami, di dalam neraka tidak ada lagi seorang pun yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman: Kembalilah (lihatlah kembali)! Barang siapa yang kalian temukan di hatinya ada kebaikan meski hanya seberat dinar. Keluarkanlah. Kemudian mereka dapat mengeluarkan banyak orang. Lalu mereka berkata: Ya Tuhan kami! Kami tidak tahu apakah di neraka masih ada orang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman: Kembalilah (lihatlah kembali)! Barang siapa yang kalian temukan di hatinya ada kebaikan maski hanya seberat setengah dinar, keluarkanlah. Mereka dapat mengeluarkan lagi banyak orang. Setelah itu mereka berkata: Ya Tuhan kami! Kami tidak tahu, apakah di sana masih ada seseorang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan. Allah berfirman: Kembalilah (lihatlah kembali)! Barang siapa yang kalian temukan di dalam hatinya terdapat kebaikan meski hanya seberat atom, keluarkanlah. Lagi-lagi mereka dapat mengeluarkan banyak orang. Kemudian mereka berkata: Ya Tuhan kami. Kami tidak tahu apakah di sana masih ada pemilik kebaikan. Abu Said Al-Khudri berkata: Jika kalian tidak mempercayaiku mengenai hadis ini, maka bacalah firman Allah: Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar atom. Dan jika ada kebaikan sebesar atom, niscaya Allah akan melipat-gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. Allah Taala berfirman: Para malaikat telah memohon syafaat, para nabi telah memohon syafaat dan orang-orang mukmin juga telah memohon syafaat. Yang tinggal hanyalah Zat yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang. Lalu Allah mengambil dari neraka dan mengeluarkan dari sana sekelompok orang yang sama sekali tidak pernah beramal baik. (Saat itu) mereka telah menjadi arang hitam. Mereka dilempar ke sebuah sungai dekat mulut surga, yang disebut Sungai Kehidupan. Kemudian mereka keluar seperti tumbuhan kecil keluar dari lumpur banjir. Bukankah kalian sering melihat tumbuhan kecil di sela-sela batu atau pohon, di mana bagian yang terkena sinar matahari akan berwarna sedikit kuning dan hijau, sedangkan yang berada di keteduhan menjadi putih? Para sahabat menyela: Seolah-olah baginda dahulu pernah menggembala di dusun. Rasulullah saw. meneruskan: Lalu mereka keluar bagaikan mutiara. Di leher mereka ada kalung, sehingga para ahli surga dapat mengenali mereka. Mereka adalah orang-orang yang dibebaskan Allah, yang dimasukkan oleh Allah ke dalam surga, tanpa amal yang mereka kerjakan dan tanpa kebaikan yang mereka lakukan. Kemudian Allah berfirman: Masuklah kalian ke dalam surga. Apapun yang kalian lihat, itu adalah untuk kalian. Mereka berkata: Ya Tuhan kami, Engkau telah memberi kami pemberian yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun di antara orang-orang di seluruh alam. Allah berfirman: Di sisiku ada pemberian untuk kalian yang lebih baik daripada pemberian ini. Mereka berkata: Ya Tuhan kami, apa lagi yang lebih baik daripada pemberian ini? Allah berfirman: Rida-Ku, sehingga Aku tidak akan murka kepada kalian sesudah itu, selamanya.
Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim : 269
Hal ini dirasa paling berat buat dilakonin,tapi ini penting buat kesehatan kita.Cara efektif untuk berhenti dari rokok:
1. Jangan punya alasan untuk merokok seperti bilang “Kan Pabrik Rokok Besar tuh,biar gak nyengsarain kita bakar aja separo-separo,makanya kita bakarnya sebatang-sebatang”
2. Sekalipun ngeliat rokok .. hindari kontak mata kita dengan rokok
3. Supaya kita ketagiannya sama yang lain cobain aja ngemil,mungkin dengan ngemil bisa berenti sejenak dari rasa seneng ngerokok
4. kalo kita ngerasa enek ketika abis makan cobain aja gosok gigi,mungkin pastanya bisa ngilangin rasa penasaran terhadap rokok
5. Supaya ga ketagian sama rokok hiduplah dengan orang yang gak pernah ngerokok
6. Intensitas rokoknya kurangin aja,contoh: sehari biasa sebungkus,cobain sekarang jadi 6 batang,hari ke-2 cobain 1 batang,hari ke-3 kalo masih bernafsu pengen ngerokok coba pake sugesti ibaratkan kita sedang ngadepin Puasa/Shaum di bulan ramadhan,toh kita berenti ngerokok kan?
7.Kalo masih ketagian juga dan biar gak ngerepotin orang banyak .. karena ketagian ma rokok terus,atasin aja ma sistem imun (kekebalan) … si asep rokoknya masukin ke kantong plastik terus cobain isep,pasti kita batuk.Mungkin dengan batuknya itu kita bisa gak ngerokok lagi.
Selamat Mencoba kawan ….
Tingkatan orang yang dicintai Allah :
Dihitung dari tingkatan bawah:
- Allah mencintai orang yang bertaubat
Energi paling kuat sebagai tempat untuk bertaubat hanya ada di Masjid.Caranya adalah
- dengan memakmurkan masjid dan berkhidmat di masjid
- aktif ikhtiar dalam bimbingan Allah,suka pada apa yang disukai Allah dan benci pada apa yang dibenci Allah
- selalu menyebut nama Allah dan senang berdua dengan Allah
- membalas keburukan orang lain dengan kebaikan karena rasa kasih sayang pada sesama
- rindu pada hari akhir,rindu pada mati syahid dan rindu pada jaminan syurga
- yakin pada Allah.Karena hanya Allah yang tahu kebutuhan kita,maka sebelum memutuskan sesuatu harus minta pertolongan Allah.
2. Allah mencintai orang yang senang bershaf rapi dengan orang yang beriman.
3. Allah mencintai orang yang bertekad menjadi orang sabar.
4. Allah mencintai orang yang selalu menjaga kesucian diri.
5. Allah mencintai orang yang bertawakkal yaitu orang yang melepaskan diri dari siapapun hanya Allah tempat bergantung
6. Allah mencintai orang yang bertaqwa,takut pada Allah.
Selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah dan tidak ada keluhan sedikitpun dalam menghadapi setiap ujian dari Allah.Ciri ahli taqwa:
- Shalat.Jalan agar kita bisa khusyu dalam Shalat adalah Sadar karena selalu diawasi oleh Allah,Faham akan ilmu shalat dan Mengagungkan Allah.
- Mengeluarkan sebagian dari harta kita sepeti Zakat dan Shadaqah
- Memenuhi janji
- Orangnya dikenal karena kesabarannya dan pemaaf
- Setiap perilakunya berada dalam keadaan dzikir dan taubat.
7. Allah mencintai orang yang adil
Dalam dirinya tidak ada kepentingan diri sendiri,semua kepentingan hanya diperuntukkan berjuang di jalan Allah dengan mujahadah (bersungguh-sungguh) dan mudawwamah (konsisten dalam setiap mengamalkannya)
- Allah mencintai orang yang ihsan
Sibuk untuk dekat dengan Allah dan selalu merasa ditatap oleh Allah dalam setiap perilakunya.
Orang akan banyak keluhan terhadap ujian dari Allah karena
1.Gak jelas Tujuannya (Apa yang dimau?)
2. Yang menjadi cita-citanya adalah Dunia,
3. Yang menjadi sandarannya adalah Makhluk
Ciri Thama adalah zuhud pada manusia dan zuhud pada apa yang ada di tangan manusia.Thama adalah berharap pada makhluk Allah,Zuhud adalah yakin pada apa yang dijaminkan Allah dari pada pada apa yang ada di tangan manusia.
Sumber : penggalan Taushiah Aa gym (KH.Abdullah Gymnastiar)
Fungsi dari setiap anggota badan manusia diperuntukkan untuk tugas yang khusus. Adapun tanda sakitnya ialah ketidakmampuannya melaksanakan tugas itu, atau tugas itu bisa dilaksanakan dalam keadaan yang kacau.Seperti halnya Hati yang sakit terlihat dari ketidakmampuannya melaksanakan tugas khususnya.Tugas hati yaitu: Beribadah kepada-Nya dengan
a. Lebih mementingkan cinta ilmu, hikmah, ma’rifat agar bisa taqarub ( berdekatan ) dengan sang pencipta yaitu Allah daripada mementingkan setiap bisikan nafsu.
b. Cinta pada Masjid,dengan cara melakukan shalat berjamaah.
c. Cinta pada Kitab suci Islam Al-quran,minimal dengan tilawah atau membacanya,dan alangkah lebih mulianya kalau berakhlak seperti Rasulullah yaitu akhlak Qurani.
d. Cinta Shadaqah,dengan cara mengeluarkan sebagian dari harta kita yang disertai keikhlasan.
e. Cinta Dzikir,dengan cara selalu mengingat Allah setiap saat.
f. Cinta Shaum,
g. Cinta Qiyamul lail ( menyengajakan shalat sunat di malam hari ),seperti shalat tahajjud dan witir.
Siapa yang ingin mengetahui aib ( kekurangan )diri sendiri, maka ada empat jalan yang bisa ditempuh:
1. Silaturahmi ke seorang syaikh atau guru ngaji anda yang bisa mengetahui aib jiwa, sehingga dia bisa mengenali aibnya dan sekaligus mengobatinya. Yang seperti ini seringkali terjadi, dan cukup banyak dokter yang menanganinya.
2. Mencari teman dekat yang jujur, dapat dipercaya dan bagus dalam mengamalkan ajaran agamanya. Dia bisa menjadikan teman dekat itu ( anda ) sebagai pendampingnya, agar memberinya peringatan dari akhlak atau perbuatannya yang kurang baik. Amirul Mukminin Umar bin Khathab pernah berkata, “Semoga Allah merahmati seseorang yang mau menunjukkan aib kami kepada kami.”
Suatu kali Umar bin Khathab bertanya kepada Salman : “Aku mendengar tentang aib yang pernah dilakukannya. Maka Salman engkau pernah mengumpulkan dua jenis sayur di meja makanmu dan engkau mengenakan dua macam pakaian, satu untuk siang hari dan satu lagi untuk malam hari.”
Jawab salman: “Apakah ada selain itu?” “Tidak”,
Umar Bin khathab berkata: “Kalau dua hal itu aku sudah tidak melakukannya lagi,” , “aku juga pernah bertanya kepada Hudzaifah apakah aku termasuk orang-orang munafik?”
Umar bin khathab perlu bertanya seperti itu.Sebab siapa yang kedudukannya semakin tinggi, maka tuduhan terhadap dirinya juga semakin gencar. Hanya saja di zaman sekarang jarang ada teman dekat yang jujur dengan memiliki sifat seperti ini. Sedikit sekali teman yang tidak mencari muka atau tidak dengki.
Orang-orang salaf sangat suka jika ada seseorang yang menunjukkan aib mereka. Sementara kita pada zaman sekarang justru marah besar jika ada seseorang yang menunjukkan aib kita. Hal ini menunjukkan lemahnya iman. Sebab akhlak yang buruk itu seperti kalajengking. Jika ada seseorang yang memperingatkan bahwa ada di dalam baju salah seorang di antara kita ada kalajengking, maka secepat itu pula kita akan bertindak untuk membunuh kalajengking tersebut. Sementara akhlak yang hina lebih berbahaya dari kalajengking, bagi orang yang tidak menyadarinya.
3. Mengambil manfaat tentang aib dirinya dari penuturan musuhnya. Sebab mata yang penuh kebencian itu tentu akan memancarkan keburukan. Manfaat yang bisa diambil seseorang dari musuh, bisa mengingatkan aib dirinya. Hal ini lebih bermanfaat baginya daripada teman karib yang mencari muka dan menutup aibnya.
4. Bergaul dengan manusia. Selagi dia melihat sesuatu yang tercela pada diri mereka, maka dia segera menjauhinya.
Sumber: Al-Imam Asy-syeikh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah Al-Maqdisy, “Muhtashor Minhajul Qoshidin, Edisi Indonesia: Minhajul Qashidhin Jalan Orang-orang yang Mendapat Petunjuk”, penerjemah: Kathur Suhardi, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta Timur, 1997, hal. 193-195. Dan penggalan taushiah Aa Gym ( KH.Abdullah Gymnastiar )
Bagi anda yang ngalamin diputusin sama calon pasangan anda enggak perlu sedih tuch anggap aja itu sebagai ujian atau rintangan awal menuju kabahagian sebuah rumah tangga dan bagi siapa aja yang mau obatnya gampang kok resepnya ….
1. Banyakkanlah aktifitas anda karena dengan cara ini anda akan sedikit melupakannya,
2. Tunjukkan pada dunia bahwa anda bukan orang yang cengeng,
3. Perbanyaklah berkonsultasi sama orang tua dan mintai saran-saran yang berkualitas,
4. PD ( percaya diri ) AJA LAGI! Jadilah diri sendiri,bisa jadi dengan kepedean anda semua orang iri dengan diri anda yang super pede dalam segala hal termasuk ujian anda.










